Being bold or mainstream, is a choice!

Hai halo,

Duhai penikmat sajian hiburan dalam gadget ! Iya kan?
Wong, kalian yg katanya nongkrong sama temen, hangout gitu tetep ngelihat handphone demi liat notifikasi di Instagram, Path atau Snapchat kan?

Sudahlah ya, gak bisa di pungkiri bahwa memang benar itu semua fakta. Fakta yang ada di aktivitas sosial sehari-hari. Dekat di mata, jauh di hati.

Kali ini gue mau cerita tentang rambut gue. Jadi kalo kalian yg belum tahu, gue itu suka gonta-ganti warnain rambut. Mulai dari merah, biru, coklat tua, coklat muda, pink , sampe coklat berkarat gitu. Karena apa? ya karna gue mau dan gue bisa.



Aku mau.
Karena dari kecil gue punya rambut lurus hitam tanpa embel-embel sedikit coklat ataupun yg lain, jadi setelah gue lulus dari SMK , gue udah punya rencana buat warnain rambut. Karena masih kebanyakan mikir kaya, nanti bagus engga, ya? atau cuco ngga ya sama kulit gue? gue putuskan untuk menunda. *Cielah menunda

Aku Bisa.
Karena lingkungan saya mendukung. Orang tua gue tak pernah mempermasalahkan warna rambut gue. Pacar gue , he is fine with it. Sahabat gue, mereka adalah manusia-manusia terbaik yg hadir di hidup gue jadi apapun bentuk gue, mereka menerima. Kerjaan, i'm working at an amzing place, so yeah! Selain itu semua gue gak pernah ambil pusing.
sampe pada akhirnya, oke gue mau warnain rambut gue!
Gue mulai warnain rambut gue seiprit dulu, bagian dalam rambut gue, kira kira seperti ini

Pewarnaan pertama
Gue gak ke salon, cuman modal pewarna rambut, sisir dan kuas buat warnain rambut. Setelah gue memutuskan untuk warnain rambut, eh ternyata nagih. Mungkin ini yg di rasakan sama penikmat tattoo kali ya, sekali nyoba terus nagih. Jadi gue memutuskan untuk mewarnai rambut lagi dan lagi.
Seperti ini hasil pewarnaan rambut saya ,





Mon maap yahh karena gue terlalu narsis, ya kan nunjukin warna rambut jadi kan otomatis plus muka gue *ditiban karung beras*

Bagi sebagian orang, mewarnai rambut bukan perkara mengikuti tren atau semacamnya namun lebih kepada perkara sosial. Perkara mendapat cap sosial sebagai orang yg melenceng dari yg seharusnya.
Memang seharusnya apa?
Memang ada peraturan tertulis jika mewarnai rambut itu termasuk masalah sosial?

Yha memang tak ada, itu menurutku semacam peraturan tak tertulis.

Gak jarang dapet pandangan, "Warna kulit sama rambut gak nyambung"
Permisi, memang yg boleh warnain rambut itu cuman yg kulitnya putih doang?
Sudut pandang orang kaya begini ini yg bikin jatohin orang lain.

Bawa santai aja, cyinn. Mungkin yg nyindir kurang nyender. Mungkin yg nyinyir gak bisa, atau gak boleh warna-warniin rambut jadi kalo ada yg bisa warnain rambut mereka nyinyir. Gitu aja.
Jadi apapun yg kalian suka selama itu baik, do it! 
Suka make up yg bold, asal pede ya pake aja!
Suka warna lipstick yg gelap atau gonjreng, kalo itu bikin kamu bahagia, kenapa enggak?
Suka pake outfit yg nabrak tapi lucu, kenapa enggak? Siapa tahu ada yg terinspirasi.
Suka potongan rambut yg ekstrim dan kamu happy, kenapa enggak?


Bahagia itu ya dibuat, bukan di tunggu. Bahagia itu ya berani memilih. Kalian berhak memilih!

Being bold or too mainstream are your choice, for me being bold is happiness and being bold is being me !




Semarang, 17 May 2016

Ichak, 21 th, pengen beli lipstick warna item.

















Comments

Popular posts from this blog

#REVIEW : BODY WHITENING BALI ALUS

#REVIEW : KRIS INSTANT WHITE

REVIEW : DRAMA KOREA "SHE WAS PRETTY"