Posts

Showing posts from August, 2016

Malam tetaplah malam

Hai lelaki yg selama ini mendiami bagian sudut otak dan hati, apakah rasa kasihmu masih sama saat pertama kali kita bertemu?

Aku sering menghayal bahwa saat malam tiba, kau berada disini. Disamping tubuhku, mendekapku, menciumku dalam diam.

Saat malam tiba, saat menyenangkan dan menenangkan setelah melewati hari yg selalu sama. Tak masuk akal.

Kau dan malam adalah hal yg paling masuk akal yg aku rasakan. Malam dan dirimu adalah perpaduan yg selalu ingin aku rasakan lebih lama.

Mari kita berpelukan, tak usah bicara. Cukup berpelukan, mendengarkan degup jantung satu sama lain. Kau tahu, debar dadaku saat adanya kamu selalu sama. Sama seperti saat pertama jumpa.

Mari kita berpelukan. Tak usah bicara. Kau dan aku tahu benar bahwa yg paling kita butuhkan adalah waktu. Waktu malam yg lebih lama, untuk tetap merasakan betapa berharganya manusia yg ada di pelukan saya saat ini.

Pelukanmu itu candu.
Senyumanmu itu syahdu.

Malam jangan cepat pagi, aku tak ingin melepas pelukan yg teramat tulus…

Dear My Future Husband,

Untuk calon suamiku kelak. *ahzeggggg* *udah bahas suami aja*
Aku ingin bercerita sedikit tentang diriku sebelum kita benar2 memutuskan untuk bersama dalam ikatan untuk jangka waktu yang sangat lama.
Untuk ku, pernikahan itu bukan hanya tingal bersama secara legal atau pun akhir dari kisah cinta menye2 saat remaja.  Untuk ku pernikahan itu adalah sebenar2nya percintaan antara 2 anak manusia yg meninggalkan orangtua mereka dan hidup bersama yg kadang dengan diiringi pesta pernikahan yg terlewat dari batas kemampuan mereka. Nikahnya sehari, pengembalian perekonomian keluarga bisa sampe 5 tahun. Ya memang gak dipungkiri, hidup itu adalah never ending paying bills. Cuman kan sebenernya bisa di minimalisir dengan pengadaan pesta pelepasan anak dengan orang yg cukup minimalis modalis. Cuman kadang anggapan itu gak berlaku bagi orangtua sih, bagi mereka" anak gue mo nikah nih, kudu ngundang OM Palapa biar rame" Buseeeett, susah juga. Untuk calon suamiku kelak, Ayo kita berjuang be…

You are my past, no matter what.

Hai, you. Yes. YOU.

We've been doing together trough sad and laugh. But it used to.
I don't know why would i think about you nowadays, but when i start thinking about you, suddenly smile appear.
We used to love and care each other, doing same thing together and else.

I start to remind about us back then.
When we start to make a decision for love.
Even we don't know what exactly love is.
We start to make a relationship.

We had good relationship back then.
Even now, we still good.
You and i been there, what lovers does.
Holding hands so tight, share laugh and everything.

But now, we separated by circumstances.
You with yours, and me with mine.
We are world to others, to our beloved one.
We don't have terrible break up, that's why we still good.
But however you're my past.

There's line between us now, 
That's line called friend relationship. No more.
We're not able to cross this line because, will be wounded heart.

So, you are my past no matter what.




Semarang, August 11 2…