I COULD DIE HAPPILY WOMEN, I'M SURE.

I've been in relationship with a guy who almost-never-do-romance-shitty-things for these almost 6 years we've been together. But nowadays i realized that, he is the only one who struggling for my happiness about. A couple days ago, suddenly he asked me "Babe, i wanna work at aussie, can't i?" i'm surprisingly answered "Australia? but why?" and his answered "To earn much money, and i could marry you".

Enggak, gue gak meleleh kayak keju mozarella kepanasan. Gue merasa, matre banget apa begimana gue menurut dia? Sampe nyari duit ke luwar negeri?
Gue bukan tipe cewek yg dikit dikit minta dinikahin, cuman engga munafik kadang di sela-sela becandaan kita pasti nyinggung ke arah sana. Cuman ya engga tiap whatsapp-an nanya "bang kapan kita nikah?", bukan gitu. Ya memang kita sudah pacaran lama dan pasti ada rencana kesana, cuman gak dekat dekat ini. Nanti lah kalo dah sponsorin sama Mario Photography ama Lawang Sewu buat nikah, besok juga ayok.

Walaupun dia gak pernah benar-benar memberikan statement bahwa dia benar menaruh hati sama gue, di akan selalu memberi penrnyataan tersirat bin kode yg mulus buat kasih tahu bahwa dia adalah pria yg akan berjuan untuk seluruh aku, kini dan nanti. Kadang, berkhayal itu perlu karena didalamnya tersurat apapun yg kau ingin lakukan dan mencari cara untuk mewujudkannya.

He is a guy who struggling my happiness over his.

Kayak apapun yg aku minta dia bakal berusaha gimana caranya dapetin , jadi kadang suka jaga mulut biar gak asal bilang pengen karena aku yakin itu kaya PR buat dia. Dia akan selalu bertanya ingin kemana, pengen apa saat kita bertemu. Kalau kutanya, dia akan menjawab, "kemanapun atau apapun asal kamu seneng". Perlakuan manis semacam itu yg membuat gue sedikit terlena untuk menjadikannya sandaran, padahal dia bisa kapanpun pergi dan membuat gue terjatuh. Gue takut, gue takut terjatuh hingga seringkali gue harus menyadarkan diri gue dan mengingatkan diri gue "berbahagialah atas dirimu sendiri".

"Nyesel gak sih pacaran sama yg agak gesrek kaya aku gini?"
"Ngga. Kalo aku pacaran sama yg lurus, mungkin aku gakbisa  ngajak gesrek pacarku. And it could be boring"

And with you, i could die happily women, i'm sure. Still same, keep young all the time. 



Semarang, 02 November 2016.


Ichak, 21 tahun, bisa ngomong sambil mingkem.

Comments

Popular posts from this blog

#REVIEW : BODY WHITENING BALI ALUS

#REVIEW : KRIS INSTANT WHITE

REVIEW : DRAMA KOREA "SHE WAS PRETTY"