Malam tetaplah malam

Hai lelaki yg selama ini mendiami bagian sudut otak dan hati, apakah rasa kasihmu masih sama saat pertama kali kita bertemu?

Aku sering menghayal bahwa saat malam tiba, kau berada disini. Disamping tubuhku, mendekapku, menciumku dalam diam.

Saat malam tiba, saat menyenangkan dan menenangkan setelah melewati hari yg selalu sama. Tak masuk akal.

Kau dan malam adalah hal yg paling masuk akal yg aku rasakan. Malam dan dirimu adalah perpaduan yg selalu ingin aku rasakan lebih lama.

Mari kita berpelukan, tak usah bicara. Cukup berpelukan, mendengarkan degup jantung satu sama lain. Kau tahu, debar dadaku saat adanya kamu selalu sama. Sama seperti saat pertama jumpa.

Mari kita berpelukan. Tak usah bicara. Kau dan aku tahu benar bahwa yg paling kita butuhkan adalah waktu. Waktu malam yg lebih lama, untuk tetap merasakan betapa berharganya manusia yg ada di pelukan saya saat ini.

Pelukanmu itu candu.
Senyumanmu itu syahdu.

Malam jangan cepat pagi, aku tak ingin melepas pelukan yg teramat tulus ini. Tak pernah rela kita harus berpisah dan menghadapi morat maritnya hari.
Malam, aku sangat menyayangi pria yg saat ini ku dekap erat.
Malam, jangan cepat pagi. Aku takut harus bangun dari hayalan dan mimpi malam ini.

Malam, berjanjilah padaku saat kau kembali, mimpi inilah yg akan kau berikan untukku.
Sehingga aku tak akan pernah membencimu.


Semarang, 28 Agustus 2016


Comments

Popular posts from this blog

#REVIEW : BODY WHITENING BALI ALUS

#REVIEW : KRIS INSTANT WHITE

REVIEW : DRAMA KOREA "SHE WAS PRETTY"