Perkara mengikhlaskan.

Aku bukan nya tak mencintaimu seperti beberapa tahun yg lalu. Namun aku hanya butuh waktu untuk kembali mencintaimu seperti yg lalu.

"Lalu bagaimana dengan perasaanku?"
Terima saja keputusanku, biarkan waktu menjalankan tugasnya. Mengobati lukaku.

"Apakah rasa sayang untukku sudah tak bersisa?"
Aku masih menyayangimu, namun tak sebanyak dulu.

"Apakah yg bisa membuatmu dapat mencintaiku seperti dulu?"
Tak ada. Seperti yg kubilang, biarkan waktu menjalankan tugasnya. Biarkan juga waktu memutuskan, apakah kita dapat diperjuangkan.

"Semudah itukah kau memutuskan untuk berhenti?"
Proses yg membuatku seperti ini. Aku belajar dari sakit dan luka yg pernah kau berikan sebelum ini. Aku terlatih untuk merasakan sakit. Agar aku kuat untuk berdiri kembali.

"Sesakit itukah luka yg kugoreskan dalam hatimu?"
Terlalu sakit untuk kuungkapkan kembali. Aku telah menutup masa kelam itu. Namun tak sedikitpun aku melupakannya.

"Jika aku harus memohon, aku akan lakukan itu untukmu."
Tak perlu. Itu tak akan mengubah keputusanku.
Aku tak akan membalasmu, aku tak akan menggoreskan luka kehatimu, sama seperti luka yg kau goreskan saat ini. Jika aku lakukan itu, lalu apa bedanya aku dengan dirimu?

"Aku tak bisa jika kau seperti ini, luapkan saja kemarahanmu padaku, supaya aku tahu sakit yg kau rasakan."
Dengan aku seperti ini saja aku yakin kau cukup tersiksa. Dengan kau memikirkan bagaimana perasaanku yg sesungguhnya kepadamu, kau cukup tak tenang. Aku tak ingin menambahnya dengan aku meluapkan apa yg aku rasakan.

"Aku ingin kita bahagia bersama"
Akupun. Namun untuk menuju bahagia bersama jalan kita masih panjang. Kita jalani saja yg ada. Kita buat bahagia kecil hari demi hari.

"Apakah kau ragu denganku?"
Tentu saja, terlalu banyak ketakutan jika itu diungkapkan. Biarkan keraguan itu aku yg rasa. Seiring berjalannya waktu aku dapat menilai seberapa tangguh dirimu untuk meyakinkan aku.

Aku mencoba megikhlaskan apa yg terjadi antara kita berdua, aku pun pernah dalam fase terpuruk, hanya secepat mungkin aku mengikhlaskan apa yg terjadi. Jadi bukan aku tidak memperjuangkan "KITA" namun aku masih berusaha memahami dan mengerti. Terlatih patah dan jatuh membuatku belajar kuat. Kuat untuk memilih untuk bertahan. Kuat untuk mewujudkan apa yg kita impikan sejak awal. Aku tahu kau memang tak pernah berniat untuk menyakitiku, namun kesempatan berkata lain. Mungkin jika ini tak terjadi, aku akan melepaskanmu dan memutuskan berhenti ditengah jalan. Namun karena aku juga sudah belajar untuk mengikhlaskan, maka aku berusaha untuk memulai kembali. Mengambil remahan rasa cinta yg masih ada untuk aku rekatkan kembali dan mencintaimu dari awal. Karena rasa cintaku tak sebanyak dulu.



Icha, 21tahun, suka banget dusel.





Comments

Popular posts from this blog

#REVIEW : BODY WHITENING BALI ALUS

#REVIEW : KRIS INSTANT WHITE

REVIEW : DRAMA KOREA "SHE WAS PRETTY"